Pengeras Suara Adzan dan Kedekatan dengan Tuhan

Secara istilah, mengutip Prof. Naquib Al-Attas, sekularisme bisa dipahami sebagai paham “kedisini-kinian”. Menurut Prof. Al-Attas, istilah Inggris secular berasal dari bahasa Latin saeculum yang mempunyai pengertian time (masa) dan location (tempat atau kedudukan). Saeculum berarti masa kini, yang berarti masa sekarang, dan ini juga bermaksud di dunia ini. Implikasinya, “Disini” berarti kebenaran ada disini (dunia), segala hal yang sifatnya “disana” (akhirat) bukan atau belumlah benar adanya. “Kini” berarti zaman (kini; sekarang) menjadi ukuran sebuah kebenaran. Yang benar itu ya yang sekarang. Nanti (hari akhir) ya nanti-nantilah kita bincangkan. Prof Al-Attas dalam “Islam and Secularism” (1978), menyebut tiga komponen proses sekularisasi dalam pemikiran manusia, antara lain: (1) disenchantment of nature (pengosongan alam dari semua makna spiritual); (2) desacralization of politics (desakralisasi […]

Sekularisasi Barat: dari Kelahiran Humanisme Menuju pada “Dagelan Kematian Tuhan”

Para akademisi yang mengkaji tentang peradaban Barat sepakat bahwa adalah Francesco Petrach (1304-1374) yang pertama kali memenggal peradaban Barat menjadi tiga bagian besar: zaman purba, zaman pertengahan, dan zaman baru. Zaman Barat diawali dengan Roma yang berhasil direbut Visigoth (asal bangsa Jermanik) pada tahun 410 Masehi dan pada tahun 476 Masehi Imperium Romawi Barat runtuh kemudian digantikan dengan Gereja Kristen sebagai institusi politik tertinggi yang ada di Barat. Pada zaman ini, dimulailah hegemoni Gereja yang dinilai banyak mengekang masyarakat Barat yang bertentangan dengan Gereja dan bertindak brutal lewat inquisisinya (medieval torture). Lord Acton menyindir otoritas gereja dengan menulis surat kepada uskup Mandell Creighton yang isinya,”All power tends to corrupt; absolute power corrupst absolutely”. Sedangkan zaman tengah adalah zaman yang kita […]

Siapakah “Barat”?

Kata Barat (The West) merupakan istilah lumrah di kalangan akademisi saat ini yang digunakan untuk mengidentifikasi entitas geo-politik dan peradaban “Greco-roman” dan “Judeo-christian”. Romawi dan Judeo-Kristiani mewakili bangsa-bangsa Eropa (Norse, Celtik, Frank, Slavik, Jermanik, dsb) yang telah menganut agama Kristen dan menyerap unsur-unsur Yunani-Romawi dalam peradabannya. Arnold Toynbee, menyatakan bahwa peradaban Barat lahir dari kehancuran peradaban Yunani-Romawi, “with disintegration, comes rebirth”. Senada dengan Roger Garaudy yang menyebutkan tiga pilar peradaban Barat adalah Yunani-Romawi, Jude-Kristiani, dan Islam. Barat berhutang banyak kepada Yunani-Romawi dari berbagai aspek peradaban, seperti seni, sains, filsafat, etika, politik, kedokteran, matematika, dll. Barat belajar “individualisme, liberalisme, rasionalisme, dan pragmatisme” dari Yunani. Trauma agama (otoritas gereja dan medieval torture) yang sangat berbau mistik dan mitologis mengakibatkan cara pandang Barat […]

How Iblis Became Syaithan: Syaikh Hamza Yusuf’s Commentary on Surah al A’raf (7:11-18)

Lakukan Islamisasi Atau Ikut Arus Sains barat Sekuler How this all started is a really interesting story. How did we get here? This story that happened, this primal story is still going on. It’s still being played out again and again and it’s in surah al a’raf. The story is a story about two creatures, Adam and Iblis. The dominant opinion is that he was a Jinn but he was allowed in to the court of the angels (the angelic court). (7:11) وَلَقَدْ خَلَقْنَاكُمْ ثُمَّ صَوَّرْنَاكُمْ ثُمَّ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ لَمْ يَكُن مِّنَ السَّاجِدِينَ “And We have certainly created you, [O Mankind], and given you [human] form. Then We said to the angels, “Prostrate to Adam”; […]

The Loss of Adab

Syed Naquib Al Attas on his works and his writings has said that, the most crucial issues in the world civilizations is the “Loss of Adab”. May the West call this as norms and values, but, Naquib Al Attas stated that Islam as a worldview has its own concept about morality spirits in humans interactions. It is called as Adab’. Differ from the West theorist about norms, almost of them have no consolidated meanings about values and norms. The Wests tend to emphasize values and norms on “how to do about it” not on “how to understand it”. And its implications, international systems nowadays have no consensus about norms and values. This case always convey us to double standard as […]