Sinema Islam; Memang Sudah Ada?

Merumuskan sinema Islam merupakan wacana yang mungkin ada baiknya dibahas oleh para pengkaji dan praktisi sinema yang memiliki pandangan-alam (worldview) Islam. Saat ini, di Indonesia, pembuatan karya film yang bersinggungan dengan Islam sangat aktif diproduksi, tapi apakah karya-karya yang besinggungan dengan Islam itu memiliki premis yang dibuat dengan pandangan-alam (worldview) Islam? Dalam pengamatan saya, tidak semua karya-karya itu betul-betul Islami, walau bentukan cerita, penokohan dan elemen-elemen luar lainnya dibentuk dengan gambaran Islam, tapi tak jarang mereka menggunakan “mata” ideologi lain dalam memproduksi film-film itu, ada yang memang terjadi karena mencari keuntungan dari sisi bisnis semata, ada pula yang jelas-jelas sebuah propaganda ideologi lain yang menggunakan Islam sebagai “sampan”saja. Mari bercermin dari film Mencari Hilal, film yang diarahkan oleh Ismail Basbeth […]

Pengeras Suara Adzan dan Kedekatan dengan Tuhan

Secara istilah, mengutip Prof. Naquib Al-Attas, sekularisme bisa dipahami sebagai paham “kedisini-kinian”. Menurut Prof. Al-Attas, istilah Inggris secular berasal dari bahasa Latin saeculum yang mempunyai pengertian time (masa) dan location (tempat atau kedudukan). Saeculum berarti masa kini, yang berarti masa sekarang, dan ini juga bermaksud di dunia ini. Implikasinya, “Disini” berarti kebenaran ada disini (dunia), segala hal yang sifatnya “disana” (akhirat) bukan atau belumlah benar adanya. “Kini” berarti zaman (kini; sekarang) menjadi ukuran sebuah kebenaran. Yang benar itu ya yang sekarang. Nanti (hari akhir) ya nanti-nantilah kita bincangkan. Prof Al-Attas dalam “Islam and Secularism” (1978), menyebut tiga komponen proses sekularisasi dalam pemikiran manusia, antara lain: (1) disenchantment of nature (pengosongan alam dari semua makna spiritual); (2) desacralization of politics (desakralisasi […]

Meng-Unfriend Penjajahan Baru

Istilah “penjajahan baru” menggambarkan sebuah anomali. Tak lain karena resminya, kemerdekaan sudah diproklamasikan, tapi penjajahannya masih eksis dan berkeliaran. Tapi istilah itu bukan muncul dari fobia tak berdasar. Tidak pula ia terbit dari alam pikir serba konspiratif yang mudah panik dan gentar. Bung Karno sendiri membungkus istilah itu dalam diksi nekolim, neo-kolonialisme-imperialisme. Lalu seiring waktu, istilah “penjajahan baru” juga diredefinisikan dan diwanti-wanti oleh sejumlah tokoh dan pemikir. Penjajahan baru telah ditelaah berkaitan dengan proyek globalisasi Barat (Arif Munandar, 2014), kekuatan finansial atau diplomasi melalui perusahaan multinasional yang melakukan penjajahan ekonomi melalui penguasaan sumber daya alam (Mangkoehadiningrat, 2011), intellectual colonization atau penjajahan intellektual (Syamsi Ali, 2010), penguasaan ekonomi melalui pengendalian dan penguasaan informasi (Adi Sasono, 2008), information imperialism yang mengisap darah […]

Menemukembali Zubaedah

Bangsa yang besar ialah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Nyaris setiap bulan ada peringatan hari besar nasional (PHBN) yang asal-usulnya terkait kepahlawanan pada masa silam. Tapi bagaimana dengan seorang puan bernama Zubaedah? Agaknya bukan cuma tak dihargai, malah mungkin dia tidak kita ingat lagi. Padahal namanya dulu rutin disandingkan dengan nama Arief Rachman Hakim (ARH) sebagai pahlawan Ampera. Tapi mengapa ia tak diperkenalkan sebagaimana kebanyakan kita kini mengetahui ARH. Apakah dia hadir di buku-buku pelajaran? Diakah yang sempat dikenang tak berapa lama, untuk dilupakan selama-lamanya? Dialah gadis bernama Zubaedah. Ada ribuan mungkin berjuta Zubaedah di dunia. Tetapi gadis yang raib setelah rubuh rebah pada aksi demonstrasi 51 tahun silam, hanya satu Zubaedah. Setengah abad terlewati, rezim berganti, pejabat daerah […]

Ulasan Film ‘Wadjda’: Film Pertama Arab Saudi yang Melihat Kesetaraan Dari Sisi Untung-Rugi

‘Wadjda’, film yang dirilis perdana pada 2012 ini berhasil menjadi perbincangan masyarakat dunia. Dengan predikat sebagai film pertama Arab Saudi, Wadjda menyajikan fenomena sosial di sana; isu persamaan hak pria dan wanita. Kandungan kritik sosial yang disampaikan pembuatnya ini diangkat dengan pendekatan pencampuran komedi dan tragedi yang ringan. Mudah ditonton sebab kisahnya sederhana, tapi tidak “receh” sebab dapat mengundang diskusi berbobot setelah menontonnya. Disutradarai dan ditulis skenarionya oleh Haifaa Al-Mansour, menjadikan ia layak dianggap sebagai penanggung jawab utama konten film ini. Dasar cerita film ini adalah tentang mimpi sederhana milik gadis berusia 10 tahun bernama Wadjda, yang ingin punya sepeda agar dapat bermain adu laju dengan tetangga seumurnya yang bernama Abdullah. Wadjda harus menghadapi fakta bahwa di Arab Saudi perempuan […]

(Analogi) Islamisasi di Sekitar Kita

Kita makan pagi, makan siang, dan makan malam, alhamdulillah. Baik itu makan pakai sendok, maupun dengan jemari tangan, alhamdulillah. Baik makan sendiri, maupun disuapi, alhamdulillah. Makanan masuk ke mulut, lanjut ke kerongkongan, terus ke lambung, alhamdulillah. Tapi bukan soal makanannya yang jadi pokok pembicaraan kali ini. Halal dan thayib, sudah jelas panduan umumnya. Makan dengan tangan kanan, berdoa sebelum makan, menghabiskan makanan agar tidak mubazir, sudah jelas juga tuntunannya. Tapi sekali lagi, bukan itu pokok pembicaraan tulisan kali ini. Kita akan melihat kembali, bagaimana ketika makanan masuk ke dalam tubuh. Nyatalah, tidak semua yang masuk itu diserap. Tidak semua mie instan, gorengan, donat, chiki, tahu bulat (untuk menyebut beberapa contoh makanan yang debatable ke-thayib-annya) yang masuk ke dalam perut akan […]

Mengenal Islam di Institut Kesenian Jakarta

IMPRESI PERTAMA IKJ Di tulisan ini, saya akan berbagi tentang bagaimana saya melihat, merasakan dan mengenal Institut Kesenian Jakarta. Tidak akan anda temukan pembahasan tentang pelajaran atau ilmu-ilmu yang dibagi oleh institut ini, yang akan anda temukan dalam tulisan ini adalah gambaran kehidupan sosial dan ide-ide orang di dalamnya. Bedasarkan pencarian sederhana, pengalaman, dan opini saya akan berbagi; Institut Kesenian Jakarta (IKJ) adalah institut seni satu-satunya yang ada di pusat Jakarta. Secara ilmiah, IKJ sudah sanggup menjadi pionir kemajuan seni dan industri seni di Indonesia maupun internasional dengan berperan sebagai sentral adicita, juga sentral bagi perkembangan dan pertumbuhan seni tradisi maupun kontemporer dalam negeri. IKJ ialah hasil tumbuh-kembang dari Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta (LPKJ) yang diprakasai Ali Sadikin (Gubernur DKI […]

Sekularisasi Barat: dari Kelahiran Humanisme Menuju pada “Dagelan Kematian Tuhan”

Para akademisi yang mengkaji tentang peradaban Barat sepakat bahwa adalah Francesco Petrach (1304-1374) yang pertama kali memenggal peradaban Barat menjadi tiga bagian besar: zaman purba, zaman pertengahan, dan zaman baru. Zaman Barat diawali dengan Roma yang berhasil direbut Visigoth (asal bangsa Jermanik) pada tahun 410 Masehi dan pada tahun 476 Masehi Imperium Romawi Barat runtuh kemudian digantikan dengan Gereja Kristen sebagai institusi politik tertinggi yang ada di Barat. Pada zaman ini, dimulailah hegemoni Gereja yang dinilai banyak mengekang masyarakat Barat yang bertentangan dengan Gereja dan bertindak brutal lewat inquisisinya (medieval torture). Lord Acton menyindir otoritas gereja dengan menulis surat kepada uskup Mandell Creighton yang isinya,”All power tends to corrupt; absolute power corrupst absolutely”. Sedangkan zaman tengah adalah zaman yang kita […]

Kasus Pecut Kuda yang Viral: Adakah yang Marah Melihat Si Miskin Membuang Nurani untuk Mendapatkan Uang?

Memantau lini-masa di twitter, saya melihat akun Jakarta Animal Aid membagikan sebuah video seorang kusir delman yang terlihat kejam memecut kuda yang tengah terbaring (diduga terbaring karena kelelahan) pada 1/9/2017. Dari komentar-komentar yang masuk ke video itu, dapat saya lihat kemarahan pengguna twitter kepada sang kusir yang kejam menyiksa kuda tersebut. Tentu saja sayapun ikut geram melihat video itu. Dari eksplorasi lebih jauh di platform-platform media sosial lain, saya akhirnya mengetahui fakta ternyata video ini telah viral. Setelah mamantau kasus ini, saya berpendapat ada ketidakseimbangan sudut pandang pengguna media sosial dalam melihat kasus ini. Siapa yang tak setuju kalau tindakan kusir delman (yang belum saya dapati namanya itu) kejam dan tak bernurani? Tentu saja semua setuju tindakan itu salah dan […]

Ketidakseimbangan Sudut Pandang Dunia

Apa saja yang pernah kita tonton? Hal-hal yang kita pernah kita saksikan itu, seberapa berpengaruhkah terhadap hidup kita? Sadarkah, bahwa setiap tayangan film memiliki sudut pandang, memiliki cerita yang dituturkan melalui sudut pandang yang telah dirancang oleh pembuat film. Setiap film yang tertuturkan kepada kita, memiliki informasi-informasi yang diserap oleh otak kita, baik secara sadar maupun secara tidak sadar. Dari sekian banyak tontonan yang hadir dalam hidup seorang manusia, dari ia lahir hingga ia mati, terdapat sangat banyak informasi yang mempengaruhi alam pikir manusia. Setelah berhasil mempengaruhi alam pikir, maka informasi-informasi tersebut dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia. Pengaruh itu mulai dari gaya hidup, cara menentukan keputusan, bahkan dapat mempengaruhi ideologi seseorang Tak bisa dipungkiri, film merupakan karya seni yang […]