Sekularisasi Barat: dari Kelahiran Humanisme Menuju pada “Dagelan Kematian Tuhan”

Para akademisi yang mengkaji tentang peradaban Barat sepakat bahwa adalah Francesco Petrach (1304-1374) yang pertama kali memenggal peradaban Barat menjadi tiga bagian besar: zaman purba, zaman pertengahan, dan zaman baru. Zaman Barat diawali dengan Roma yang berhasil direbut Visigoth (asal bangsa Jermanik) pada tahun 410 Masehi dan pada tahun 476 Masehi Imperium Romawi Barat runtuh kemudian digantikan dengan Gereja Kristen sebagai institusi politik tertinggi yang ada di Barat. Pada zaman ini, dimulailah hegemoni Gereja yang dinilai banyak mengekang masyarakat Barat yang bertentangan dengan Gereja dan bertindak brutal lewat inquisisinya (medieval torture). Lord Acton menyindir otoritas gereja dengan menulis surat kepada uskup Mandell Creighton yang isinya,”All power tends to corrupt; absolute power corrupst absolutely”. Sedangkan zaman tengah adalah zaman yang kita […]

Siapakah “Barat”?

Kata Barat (The West) merupakan istilah lumrah di kalangan akademisi saat ini yang digunakan untuk mengidentifikasi entitas geo-politik dan peradaban “Greco-roman” dan “Judeo-christian”. Romawi dan Judeo-Kristiani mewakili bangsa-bangsa Eropa (Norse, Celtik, Frank, Slavik, Jermanik, dsb) yang telah menganut agama Kristen dan menyerap unsur-unsur Yunani-Romawi dalam peradabannya. Arnold Toynbee, menyatakan bahwa peradaban Barat lahir dari kehancuran peradaban Yunani-Romawi, “with disintegration, comes rebirth”. Senada dengan Roger Garaudy yang menyebutkan tiga pilar peradaban Barat adalah Yunani-Romawi, Jude-Kristiani, dan Islam. Barat berhutang banyak kepada Yunani-Romawi dari berbagai aspek peradaban, seperti seni, sains, filsafat, etika, politik, kedokteran, matematika, dll. Barat belajar “individualisme, liberalisme, rasionalisme, dan pragmatisme” dari Yunani. Trauma agama (otoritas gereja dan medieval torture) yang sangat berbau mistik dan mitologis mengakibatkan cara pandang Barat […]