Siapakah “Barat”?

Kata Barat (The West) merupakan istilah lumrah di kalangan akademisi saat ini yang digunakan untuk mengidentifikasi entitas geo-politik dan peradaban “Greco-roman” dan “Judeo-christian”. Romawi dan Judeo-Kristiani mewakili bangsa-bangsa Eropa (Norse, Celtik, Frank, Slavik, Jermanik, dsb) yang telah menganut agama Kristen dan menyerap unsur-unsur Yunani-Romawi dalam peradabannya. Arnold Toynbee, menyatakan bahwa peradaban Barat lahir dari kehancuran peradaban Yunani-Romawi, “with disintegration, comes rebirth”. Senada dengan Roger Garaudy yang menyebutkan tiga pilar peradaban Barat adalah Yunani-Romawi, Jude-Kristiani, dan Islam. Barat berhutang banyak kepada Yunani-Romawi dari berbagai aspek peradaban, seperti seni, sains, filsafat, etika, politik, kedokteran, matematika, dll. Barat belajar “individualisme, liberalisme, rasionalisme, dan pragmatisme” dari Yunani. Trauma agama (otoritas gereja dan medieval torture) yang sangat berbau mistik dan mitologis mengakibatkan cara pandang Barat […]

Lakukan Islamisasi Atau Ikut Arus Sains Barat Sekuler

Jika saja didunia ini tidak ada cahaya, niscaya tak akan ada penerangan yang mampu mneyeimbangi kehidupan manusia yang sedang berlangsung. Tidak bisa dipungkiri manusia membutuhkan sumber cahaya untuk dapat menerangi kesehariannya selain agar bisa beraktifitas, unsur pokoknya adalah untuk membantu manusia menapaki jalan didepannya. Kita tak akan pernah bisa bayangkan bagaimana dunia tanpa penerangan, yakni berupa secercah cahaya yang dikirimkan langsung oleh Tuhan yang satu Allah Azza Wa Jalla. Cahaya yang dimaksudkan disini tidak lain ialah “Ilmu”. Ilmu itu bagai cahaya kehidupan, artinya sekalipun satu kampung misalnya belum terdapat adanya sumber penerangan, masyarakat kampung tersebut bisa juga tidak akan merasa kegelapan. Sebab seluruh masyarakat disana memiliki ilmu yang mumpuni. Maka mereka mampu menciptakan cahaya sendiri dengan caranya. Karena ilmu yang […]