(Analogi) Islamisasi di Sekitar Kita

Kita makan pagi, makan siang, dan makan malam, alhamdulillah. Baik itu makan pakai sendok, maupun dengan jemari tangan, alhamdulillah. Baik makan sendiri, maupun disuapi, alhamdulillah. Makanan masuk ke mulut, lanjut ke kerongkongan, terus ke lambung, alhamdulillah. Tapi bukan soal makanannya yang jadi pokok pembicaraan kali ini. Halal dan thayib, sudah jelas panduan umumnya. Makan dengan tangan kanan, berdoa sebelum makan, menghabiskan makanan agar tidak mubazir, sudah jelas juga tuntunannya. Tapi sekali lagi, bukan itu pokok pembicaraan tulisan kali ini. Kita akan melihat kembali, bagaimana ketika makanan masuk ke dalam tubuh. Nyatalah, tidak semua yang masuk itu diserap. Tidak semua mie instan, gorengan, donat, chiki, tahu bulat (untuk menyebut beberapa contoh makanan yang debatable ke-thayib-annya) yang masuk ke dalam perut akan […]

Lakukan Islamisasi Atau Ikut Arus Sains Barat Sekuler

Jika saja didunia ini tidak ada cahaya, niscaya tak akan ada penerangan yang mampu mneyeimbangi kehidupan manusia yang sedang berlangsung. Tidak bisa dipungkiri manusia membutuhkan sumber cahaya untuk dapat menerangi kesehariannya selain agar bisa beraktifitas, unsur pokoknya adalah untuk membantu manusia menapaki jalan didepannya. Kita tak akan pernah bisa bayangkan bagaimana dunia tanpa penerangan, yakni berupa secercah cahaya yang dikirimkan langsung oleh Tuhan yang satu Allah Azza Wa Jalla. Cahaya yang dimaksudkan disini tidak lain ialah “Ilmu”. Ilmu itu bagai cahaya kehidupan, artinya sekalipun satu kampung misalnya belum terdapat adanya sumber penerangan, masyarakat kampung tersebut bisa juga tidak akan merasa kegelapan. Sebab seluruh masyarakat disana memiliki ilmu yang mumpuni. Maka mereka mampu menciptakan cahaya sendiri dengan caranya. Karena ilmu yang […]