Meng-Unfriend Penjajahan Baru

Istilah “penjajahan baru” menggambarkan sebuah anomali. Tak lain karena resminya, kemerdekaan sudah diproklamasikan, tapi penjajahannya masih eksis dan berkeliaran. Tapi istilah itu bukan muncul dari fobia tak berdasar. Tidak pula ia terbit dari alam pikir serba konspiratif yang mudah panik dan gentar. Bung Karno sendiri membungkus istilah itu dalam diksi nekolim, neo-kolonialisme-imperialisme. Lalu seiring waktu, istilah “penjajahan baru” juga diredefinisikan dan diwanti-wanti oleh sejumlah tokoh dan pemikir. Penjajahan baru telah ditelaah berkaitan dengan proyek globalisasi Barat (Arif Munandar, 2014), kekuatan finansial atau diplomasi melalui perusahaan multinasional yang melakukan penjajahan ekonomi melalui penguasaan sumber daya alam (Mangkoehadiningrat, 2011), intellectual colonization atau penjajahan intellektual (Syamsi Ali, 2010), penguasaan ekonomi melalui pengendalian dan penguasaan informasi (Adi Sasono, 2008), information imperialism yang mengisap darah […]